Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), M. Shofiyullah Cokro Hadi Kusumo, menyambut baik peluncuran Timsus Ekologi PMII. Menurutnya, langkah ini memperkuat komitmen organisasi dalam menghadapi isu-isu keadilan lingkungan, krisis iklim, dan tata kelola sumber daya alam di Indonesia.

Pria yang akrab disapa Gus Shofi menilai pembentukan Tim Khusus Ekologi merupakan terobosan penting dan bukti keseriusan PB PMII dalam merespons persoalan lingkungan yang semakin mendesak. Apresiasi pimpinan organisasi ini menegaskan posisi PMII yang ingin memainkan peran lebih aktif dalam upaya perlindungan lingkungan.
Ruang gerak organisasi yang semakin spesifik
Peluncuran Timsus Ekologi membuka ruang bagi PMII untuk menata strategi yang lebih terfokus dalam menangani persoalan lingkungan. Langkah ini dipandang sebagai upaya organisasi untuk merumuskan kebijakan internal, membangun kapasitas kader, dan memperluas keterlibatan dalam advokasi lingkungan secara lebih terstruktur.
Gus Shofi menyampaikan bahwa pembentukan tim khusus bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyinergikan kegiatan kampus, komunitas, dan gerakan sosial yang berkaitan dengan ekologi. Dengan struktur tugas yang jelas, tim ini diharapkan dapat merespons tantangan lingkungan dengan pendekatan yang lebih sistematis.
Fokus pada keadilan lingkungan dan tata kelola SDA
Dalam penilaiannya, Ketum PB PMII menekankan pentingnya menempatkan keadilan lingkungan sebagai salah satu pijakan utama perjuangan. Timsus Ekologi diharapkan memberi perhatian pada bagaimana dampak lingkungan seringkali berimbas pada kelompok rentan, sehingga respons organisasi perlu berpihak pada pemulihan dan perlindungan bagi masyarakat terdampak.
Selain itu, tata kelola sumber daya alam menjadi bagian dari agenda yang perlu diperkuat. Pembentukan tim khusus ini menandai niat PB PMII untuk turut membahas praktik pengelolaan SDA yang adil dan berkelanjutan, serta mendesak adanya pengawasan dan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan publik.
Peran dalam merespons krisis iklim
Timsus Ekologi juga dipandang relevan dalam konteks krisis iklim yang menjadi isu global sekaligus lokal. Menurut Ketum PB PMII, langkah organisasi membentuk tim khusus menunjukkan kesungguhan menyikapi perubahan iklim dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan lingkungan hidup.
Dengan pendekatan yang terencana, Timsus Ekologi diharapkan mampu mengidentifikasi isu-isu prioritas, melakukan kampanye kesadaran, serta mempromosikan praktik adaptasi dan mitigasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat yang menjadi perhatian PMII.
Gus Shofi menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk bertindak lebih nyata dan berkelanjutan dalam memperjuangkan kepentingan lingkungan dan masyarakat. Ke depan, peran Timsus Ekologi akan diharapkan semakin terlihat dalam kegiatan-kegiatan yang menghubungkan kajian ilmiah, advokasi, dan aksi sosial.
Penguatan kapasitas internal dan kolaborasi lintas sektor menjadi aspek penting agar upaya yang dilakukan tidak terfragmentasi. Dengan demikian, PB PMII berharap Timsus Ekologi dapat menjadi wadah konsolidasi langkah kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa mendatang.
