PRN Johor menampilkan kemenangan generasi muda saat Felicia Poh Rui Ling, 28, berhasil mempertahankan kursi Dewan Undangan Negeri (DUN) Penggaram untuk Pakatan Harapan. Kemenangan ini mencatatkan Felicia sebagai pemenang termuda pada Pilihan Raya Negeri Johor ke-16.

Di sisi lain, catatan usia tertua di para pemenang tercatat atas nama Datuk Samsolbari Jamali, 65, yang kembali mempertahankan kerusi DUN Semarang untuk Barisan Nasional setelah meraih kemenangan dengan mayoritas yang signifikan.
Kemenangan Felicia Poh di Penggaram
Calon DAP berusia 28 tahun itu memperoleh 24.522 undi, mengalahkan lawan dari Barisan Nasional, Boo Chin Leong, 65, yang memperoleh 20.385 undi. Selisih suara mencapai 4.137 undi, sehingga kursi Penggaram tetap berada di tangan Pakatan Harapan. Distrik Penggaram memiliki 70.294 pemilih terdaftar dan merupakan salah satu dari tiga DUN yang berada di bawah Parlimen Batu Pahat.
Kemenangan ini sekaligus menjaga kesinambungan wakil rakyat PH di kawasan tersebut setelah penyandang sebelumnya, Gan Peck Cheng, memilih untuk tidak mempertahankan kerusinya pada PRN kali ini.
Samsolbari pertahankan Semarang untuk penggal keenam
Di DUN Semarang, Datuk Samsolbari Jamali yang juga Ketua UMNO Bahagian Ayer Hitam berhasil mempertahankan kursinya untuk periode keenam berturut-turut sejak mulai bertanding pada 2004. Samsolbari meraih kemenangan meyakinkan dengan mayoritas 14.679 undi.
Dua pesaingnya pada pemilihan tersebut, calon Perikatan Nasional Muhammad Syafiq Abdul Aziz dan calon Pakatan Harapan Ramli Abd Hamid, masing-masing hanya memperoleh 2.695 undi dan 2.205 undi. Hasil ini menegaskan kedudukan Samsolbari sebagai tokoh lokal yang memiliki dukungan kuat di daerahnya.
Calon termuda, tertua, dan gambaran umum kontestasi
Selain Felicia sebagai pemenang termuda, PRN Johor juga mencatat nama calon termuda yang bertanding: Danish Hossman Abd Rahman, 23, dari PKR-PH, yang bertarung di DUN Johor Lama. Sementara itu, calon tertua yang ikut bersaing adalah Lim Chin Eng @ Roland Lim, 73, mewakili Perikatan Nasional di DUN Stulang.
Pilihan Raya Negeri kali ini mempertemukan total 172 calon yang bersaing untuk memperebutkan 56 kursi DUN. Komposisi usia kandidat yang luas—dari awal 20-an hingga awal 70-an—menunjukkan dinamika politik setempat dengan keterlibatan lintas generasi.
Kemenangan Felicia di Penggaram dan keberlanjutan penguasaan Samsolbari di Semarang mencerminkan beragam preferensi pemilih di berbagai kawasan, dari dukungan terhadap wajah-wajah baru hingga kepercayaan berkelanjutan kepada tokoh yang telah lama berkecimpung dalam politik lokal. Hasil ini juga memperlihatkan perbedaan margin kemenangan antar daerah yang bisa menjadi bahan evaluasi bagi partai-partai politik menjelang langkah politik selanjutnya di negeri bagian ini.
Dengan berakhirnya perhitungan di sejumlah kawasan, sorotan kini mengarah pada implikasi hasil terhadap susunan politik di tingkat negeri serta strategi partai untuk menghadapi agenda pemerintahan dan oposisi ke depan. Para pemenang kini memegang mandat baru dari pemilih mereka untuk mengemban amanah di Dewan Undangan Negeri masing-masing.
