Ketua Media Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar, Nurul Arifin, menilai riset Sintesa Strategi Indonesia (SSI) menunjukkan bahwa Bahlil Lahadalia berhasil sumbang sentimen positif terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menurut Nurul, hasil riset tersebut menjadi indikator efektivitas komunikasi politik yang dibangun oleh figur-figur pemerintahan.

Nurul menyampaikan penilaiannya menyusul hasil riset yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai penyumbang sentimen positif terbesar terhadap Presiden Prabowo. Temuan itu, kata Nurul, menggambarkan bagaimana komunikasi publik dapat memperkuat citra dan dukungan terhadap pimpinan negara.
Temuan riset SSI dan posisi Bahlil
Riset Sintesa Strategi Indonesia mencatat kontribusi sentimen positif yang paling besar berasal dari Bahlil Lahadalia terhadap Presiden Prabowo Subianto. Data itu menjadi rujukan bagi Nurul Arifin untuk menilai efektivitas strategi komunikasi politik yang dijalankan oleh pejabat pemerintah. Penempatan Bahlil di posisi tersebut dianggap relevan mengingat perannya sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
Pandangan Nurul Arifin soal komunikasi publik
Nurul menekankan bahwa hasil riset bukan semata soal angka, melainkan juga cerminan bagaimana pesan kebijakan dan citra pemimpin disampaikan kepada publik. Ia menilai cara Bahlil berkomunikasi berhasil menerjemahkan visi Presiden ke ranah publik sehingga memunculkan respons yang positif. Penilaian ini pula yang mendorong Nurul melihat adanya sinergi komunikasi pemerintahan dan partai politik dalam menyampaikan arah kebijakan.
Arti bagi Golkar dan pemerintahan
Bagi Golkar, posisi Bahlil sebagai figur yang mampu menyumbang sentimen positif dipandang penting, khususnya dalam upaya menjaga koherensi citra partai dan pemerintahan. Nurul, yang menjabat sebagai Ketua MPO DPP Partai Golkar, memaknai data riset itu sebagai penguatan peran komunikasi politik yang dikelola partai dan pemerintahan bersama. Ia melihat temuan tersebut sebagai bukti bahwa komunikasi yang terencana dapat memperkuat dukungan terhadap pemimpin negara.
Di sisi pemerintahan, keberhasilan komunikasi publik juga menjadi sinyal bahwa pesan kebijakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, menurut penilaian yang disampaikan Nurul. Ia menilai pendekatan komunikasi yang konsisten dapat membantu menjembatani pemahaman publik terhadap program dan gagasan pemerintah.
Tanggapan dan langkah selanjutnya
Nurul mendorong agar hasil riset semacam ini dijadikan bahan evaluasi dan pengembangan strategi komunikasi lebih lanjut. Dengan melihat peran tokoh seperti Bahlil dalam menyumbang sentimen positif, menurut Nurul, tim komunikasi di pemerintahan dan partai bisa menajamkan pesan yang relevan dan cara penyampaiannya agar berdampak lebih luas.
Pernyataan Nurul terkait hasil riset Sintesa Strategi Indonesia disampaikan pada 9 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa temuan tersebut sebaiknya dilihat sebagai alat ukur efektivitas komunikasi publik, bukan semata alat politik opportunistik. Pandangan ini mencerminkan perhatian pada kualitas penyampaian pesan publik dalam konteks pemerintahan dan peran partai politik.
Dalam pernyataannya, Nurul tidak merinci metode atau rincian angka dari riset tersebut, melainkan menekankan implikasi komunikasi yang bisa dipelajari. Observasi seperti ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi aktor politik dalam menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif dan bertanggung jawab.
