AC Milan resmi menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru. Penunjukan ini diumumkan pada Selasa (16/6/2026) waktu setempat, menandai awal era anyar bagi klub yang tengah mencari arah setelah kegagalan musim lalu.

Ruben Amorim menjadi pengganti Massimiliano Allegri yang dipecat pada bulan lalu usai Milan gagal lolos ke Liga Champions. Klub menyatakan bahwa pemantauan terhadap kepelatihan Amorim sudah berlangsung lama dan kiprahnya di Sporting memengaruhi keputusan tersebut.
Pengumuman dan konteks penunjukan
Pengumuman resmi mengenai kepelatihan Amorim dirilis oleh manajemen Milan pada 16 Juni 2026. Keputusan ini datang tidak lama setelah klub mengambil langkah tegas terhadap pelatih sebelumnya, menyusul target lolos ke Liga Champions yang gagal dipenuhi musim lalu.
Dengan perubahan ini, manajemen berharap ada pembaruan filosofi permainan dan peningkatan hasil di kompetisi mendatang. Nama Amorim yang dianggap mampu menghadirkan gaya permainan tertentu menjadi alasan utama di balik penunjukan tersebut.
Mengapa Milan memilih Amorim
Pemilik klub, Gerry Cardinale, menyatakan bahwa sosok Amorim telah lama menjadi objek pengamatan tim teknis. Cardinale menilai era kepelatihan Amorim di Sporting sangat berkesan dan sejalan dengan karakter sepakbola yang ingin dihadirkan Milan.
Dalam pernyataannya Cardinale menyampaikan, “Kami sudah memantau Ruben selama bertahun-tahun dan eranya di Sporting sangat mengesankan dan mencerminkan gaya bermain yang kami cari,” ucap Cardinale di situs resmi klub. “Ruben percaya kepada sepakbola menyerang dengan tekanan tinggi dan transisi cepat yang memungkinkan terciptanya lebih banyak gol.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendekatan taktis Amorim—yang menekankan intensitas, pressing, dan transisi cepat—merupakan alasan penting di balik pilihan Milan. Klub berharap filosofi ini bisa memperbaiki produktivitas gol dan daya saing di level tertinggi.
Rekam jejak Amorim sebelum ke Milan
Nama Ruben Amorim naik daun berkat kiprahnya di Sporting. Amorim menangani Sporting pada 2020-2024 sebelum direkrut Manchester United. Selama masa itu, ia berhasil mempersembahkan tujuh trofi untuk Sporting, termasuk tiga gelar juara Liga Portugal.
Prestasi tersebut menjadi referensi utama bagi Milan dalam menilai kapasitasnya untuk menghadapi tantangan di klub besar. Selain catatan trofi, gaya permainan yang konsisten juga disebut sebagai poin yang menarik bagi manajemen klub.
Tantangan dan ekspektasi di Milan
Amorim menghadapi tugas berat untuk segera menyesuaikan diri dengan tuntutan dan tekanan di Milan, klub yang memiliki sejarah dan target besar. Selain memperbaiki hasil di La Liga domestik, fokus utama adalah mengembalikan tim ke kompetisi Eropa elite yang sempat terlewatkan musim lalu.
Milan dan pendukungnya akan mengamati bagaimana Amorim menerapkan prinsip pressing tinggi dan transisi cepat di lingkungan baru, serta seberapa cepat ia mampu membentuk skuad sesuai visi taktisnya. Keputusan manajemen untuk memilih Amorim menandakan keinginan klub melakukan restrukturisasi gaya permainan tanpa menunda target kompetitif.
Waktu awal kepelatihan ini akan krusial untuk menetapkan arah musim depan, baik dari sisi persiapan pramusim, perekrutan pemain, maupun implementasi taktik di lapangan. Para pengamat dan suporter akan menunggu perkembangan nyata saat kompetisi baru dimulai.
Penunjukan Ruben Amorim menutup babak keputusan manajemen pasca-perpisahan dengan Allegri dan membuka lembaran baru bagi Milan yang berambisi kembali ke panggung elit Eropa.
